Minggu, 29 November 2009

Bintang Kejora

Bintang yang pernah singgah pada hamba dalam peristiwa yang tak pernah diduga begitu bahagia begitupun kecewa yang selalu hadir untuk temani kehidupan manusia...

Akhir pekan l
alu ada gempa dibumi andalas yang luluh lantahkan tatanan kota..Tapi sekirannya hal itu bukan tujuan
yang sebenarnya cinta..Ada tangisan – tangisan kecil yang terngiang ditelinga..Dan kuyakin bukan seorang yang menangis karna sedinya…

Ada susunan acara yang terlukis di tiap akhir pekan..
Tentang bayi-bayi mungil yang kau sebut - sebut..Tentang kehidupan yang isinya bahagia..Juga tentang suatu hal yang mungkin
belum terjadi selanjutnya…

Masa itu menyenangkan dan cepat hilang tak karuan

Begitukah mengukur kecewa seorang kejora yang kukenal

Bangkit dan berdiri itul
ah putri yang kuinginkan…

Tuhan…sampaikan padanya… aku selalu menunggunya jika memang dia untukku..Dari tiap kehidupan yang terbayang..Dari tiap kesempatan yang terciptakan...


Minggu, 22 November 2009

Burung Kecil

Aku ingin lukiskan tentang burung
yang pernah kujanjikan saat itu..
Walau kutau tak sepadan dengan syairku
yang selalu berakhir senja…

Ada yang terbayang dalam sepiku yang tertunggu,
dan ini bukanlah kesepian terakhir
yang menghantui
sudut malamku…

Jika aku masih ingin bercerita,
malam ini aku berteman dengan kesombongan
dan keangkuhan dari padanya,
yang luluh lantahkan kemustahilan
dan sengaja menyia-nyiakan malam ini…

Bilamana suaraku mampu membawa
syair rinduku padamu,
akan kuucapkan seribu syair
yang tertuang didalamnya
dalam kompilasi yang pernah kusebut
dan devinisi yang tercetak tebal adanya…

Sampaikan padanya…
aku bisa mencium bau darah yang tergambar
dalam cerita fiktif adanya,
dalam kilauan bumi tumbuhkan bunga
yang akan mati seketika
dalam putaran matahari
sebelum senja yang tak terduga..


Senin, 09 November 2009

Peradilan Cinta

Adapun alasan asmara yang terangkum dalam silsilah cinta adalah sebagai berikut :
  1. Bahwa ada 2 (dua) anak manusia yang menjalin hubungan asmara yang membentuk sebuah dunia yang isinya cinta;
  2. Bahwa cinta adalah uraian yang dari padanya sebuah kata yang menjelma menjadi satu bahasa, tetapi tak punya wujud untuk menanpakkannya;
  3. Bahwa untaian kata rindu bahasa cinta yang tercipta dan lukisan asli yang terus menjelma selalu hiasi rona – rona kehidupan asmara 2 (dua) dunia;
  4. Bahwa dalam kesendirian kesepian menakutkan, kesunyian yang penuh benci, bengis dan selalu menagis menunggu sampai jemu dan terlihat begitu lugu;
  5. Bahwa detak jantungku masih berdetak, ketika langit – langit kecil yang senja berubah menjadi gerimis – gerimis kecil yang terngiang akan rindunya masa itu;
  6. Bahwa hatiku dan hatinya terdapat hati yang lain, yang dari padanya pembentukan seleksi alam yang tak terduga;
  7. Bahwa sekarang esok dan selanjutnya hatiku luluh ditelanjangi suasana heningnya kuburan, karena suatu hati yang haru terbawa suasana rindu yang membeku;
  8. Bahwa cintapun menyadari akan rasa, akan sentuhan, akan kemauan yang tak terbendung untuknya;

Berdasarkan atas nama cinta tersebut agar kiranya sebuah hati berkenan memeriksa dan memutuskan kisah asmara tersebut sebagai berikut :
  1. memaafkan cinta dengan tulus dan iklas;
  2. menyatakan heningnya hati dapat terobati dengan adanya kisah ini;
  3. menyatakan kisah ini adalah siklus alam yang tak terduga;
  4. menghukum cinta untuk tersenyum dan katakana kedamaian;

Atau : apabila berkenan memutuskan yang berlainan mohon putusan
yang seadil-adilnya ( ex aequo et bono ).


Senin, 02 November 2009

Bintang Jatuh

Jingga yang berakhir lara itu dia
Senayan jakarta pastinya…
terlihat suram ketika malam dipenatian..
gemerlap puing-puing kehidupan..
deru nada alunan bergema yang takkaruan
menjelma menjadi rangkaian sejarah yang kuanggap terbiasa..

Malam itu gaduh sesusai lintasi Plangi senja…
ada ribuan manusia yang dari padanya berbuat apa..
ada mesin-mesin dunia yang tercecer di pingir jalan
ada alunan nada yang membuatku jengah karna bisingnya suasana
hanya itu yang teringat dalam pikirku waktu itu...

Aku bukan halnya seperti mereka…
aku hanya ingin melihat bintang jatuhku di malam itu..
aku selalu sepi..
sepi yang selalu kutanya dalam hati
jika ku hayati melingkupi semua yang abadi..
niscaya hari yang tiada hati
yang takkan sampai jika ku berlari ..
hingga kuterduduk ratapi runtuhan bintang
dan entah sampai kapan kuakan menjerat bulan
bersama impian ..

kesekian kali ku harus berkata dengan hati
dengan doa yang aku sendiri tak tau arti..

“ Tuhan...haruskah kuterarah sampai mataku terasa lelah,
mungkin baiknya kuterbaring dan aku teringat
kumelayang langitku terlihat
dan aku akan pulang menuju...Tuhanku...”


Bank Dunia Dalam Bisnis Online